Apakah hati dan pikiran lebih rentan terkena sakit daripada raga gagah yang menjadi sumber visualisasi dari seseorang? Aku rasa tidak.
Banyak sakit yang dirasa orang. Lalu hati dan pikiran selalu diberikan perhatian lebih dari pemiliknya daripada raga gagah yang dimiliki. Raga gagah selalu terlihat lebih kuat dan super untuk sebuah rasa sakit, sedangkan hati dan pikiran selalu terlihat lebih lemah dan mudah terkena sakit.
Tapi semua perlakuan yang menghakimi hati dan pikiran itu sendiri seharusnya menjadikan mereka semakin kuat dan super. Justru penghakiman terhadap raga yang menjadikannya semakin lemah setiap hari dan tidak jarang menjadi lebih lemah terhadap penghakiman selanjutnya.
Banyak hati menjadi lebih tahan oleh tolakan tolakan dari lingkungannya, banyak pikiran menjadi lebih dapat menyesuaikan diri dan siap terhadap berbagai tikungan. Tapi tidak banyak raga yang tahan terhadap berbagai macam persoalan dan ujian fisiknya. Perasaan naif dari pemilik raga yang membuat raga justru semakin lemah setiap harinya. Ironis.
Mereka kira badan ini hanya sebuah bentuk visualisasi. Tapi hanya dalam badan dan raga ini satu satunya tempat tinggal dan tempat kita hidup di dunia. Maka sedapat mungkin perhatian terhadap raga menjadi sama besarnya dengan perhatian terhadap hati dan pikiran.
Take care of our body. It’s the only thing we have to live.

Posting Komentar