CIPTAAN 12 ANGKA


ilustrasi @dorotheavera

Big Ben, sebuah ikon negara Inggris dan kota London yang mahsyur. Berdiri di tengah sibuknya kota London dan di samping Sungai Thames, melekat dengan kompleks Houses of Parliament (Gedung Parlemen). Sengaja dibuat tinggi dan anggun mungkin, dengan 12 Angka memutar di pinggiran lingkarannya. Suara lonceng yang khas terdengar 15 menit sekali seakan memberi peringatan untuk orang-orang di sekitarnya.

Big Ben. Jam besar yang mengisyaratkan bahwa perlunya Waktu untuk diperhatikan siapa pun. Siapa pun, tak peduli kita adalah petinggi yang mengagungkan filosofi ‘Waktu adalah uang’, ataupun kita adalah segerombolan orang yang berangkat dari filosofi ‘semua ada Waktunya’. Big Ben yang besar dan anggun ini hanyalah simbol bagaimana Waktu-lah yang sebenarnya berkuasa. Bagaimana tidak, semua kegiatan kita hanyalah habis dihabisi Waktu, tanpa peduli adakah akhir bahagia atau harus menunggu beberapa saat lagi untuk akhir bahagia itu.

Big Ben. Dari jam besar ini aku mengagungkan Waktu. Waktu yang hanya dicipta oleh 12 angka melingkar. Belajar bersahabat dengannya agar tak dihinakan olehnya. Gadaikan saja semua mimpi kepadanya, dan dia akan menjanjikannya. Tagih saja pada penghujung Waktumu, adakah semua janji itu ditepati atau hanya obralan manis. Tapi semua penagihan kepada Waktu hanya akan terjawab oleh bagaimana kita memperlakukannya di hari-hari ini.

Ambil Waktu untuk berpikir, itu sumber kekuatan. Ambil Waktu untuk berdoa, itu sumber ketenangan. Ambil waktu untuk belajar, itu sumber kebijaksanaan. Ambil waktu untuk tertawa, bersamanya terbawa kebahagiaan hati yang tergetar oleh musik alami. Ambil Waktu untuk bekerja, dengan itu kita menepati janji yang diberikan oleh Waktu. Belajar berbuat karena manusia tidak boleh menyerah pada kelelahan. Biar Waktu ini dihabisi oleh kegiatannya sendiri, tidak sebaliknya.

Jumat, 07 September 2012 Leave a comment

KOTAK HITAM-PUTIH



Tiga sahabat itu duduk melingkar. Melepaskan kepenatannya sejenak dengan masing-masing hidup mereka yang memang masih hanya beberapa tahun. Belum lagi dua digit mungkin. Bermain memang satu-satunya obat mujarab. Berlagak seperti orang tua yang sudah kenyang dengan naik turunnya kehidupan, catur pun menjadi satu-satunya pilihan siang itu. Tak peduli keramaian umum dan panasnya yang malah tidak umum siang itu.

Mungkin memang mereka bersiap. Ketika tak ada lagi permainan anak yang bisa mereka mainkan di bumi manusia ini. Musnah ditelan mentah oleh keangkuhan orang dewasa. Lihat saja, televisi yang dulu pada masaku seperti ketiga sahabat itu adalah media kedua tempatku belajar. Belajar memahami angka dan huruf, belajar bernyanyi lagu-lagu membangun yang memang untuk seumuranku dulu. Tak ada siaran lagu-lagu dewasa dan ftv bodoh sepanjang waktu. Bisa-bisa otak ini menjadi dungu karenanya.

Kemungkinan kedua adalah ketiga sahabat ini memang ingin menjadi pintar karenanya. Memang permainan kotak-kotak hitam-putih ini terkenal akan keahliannya memaksa orang berpikir akan langkahnya. Seperti membuat keputusan, tak bisa salah langkah. Atau kau akan dimakan oleh musuhmu. Bukan musuh seperti manusia kikir atau licik yang perlu dikhawatirkan sebenarnya. Tapi musuh terbesar itu adalah waktu. Dia akan menenggelamkan dan melumatmu sekehendak hati. Lihat, kau tidak akan bisa melawan pada saatnya.

Atau mungkin juga, satu-satunya permainan itu yang mereka mainkan karena tidak ada lainnya lagi. Memang bumi manusia tempat mereka tinggal ini. Sadar karena orang tua mereka yang memang hanya penjaja makanan, tak ada keinginan berlebih untuk bisa mengisi waktu luang lebih dari ini.

Ah, hanya permainan catur. Mungkin tidak satupun dari ketiga kemungkinan di dalam pikiran ini benar. Peduli setan juga dengan pendapatku. Apa pun pikiranku menyimpulkan, mereka tetap bersenang hati. Bersenang meski hanya dengan kotak hitam-putih, dan teman berbagi suka.

Minggu, 05 Agustus 2012 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
manusia yang dibentuk oleh sejarah dan kemudian membentuk sejarah nya sendiri

Pengikut